Ekonomi & Bisnis
Pertumbuhan Ekonomi: Apa Sih Maknanya?
Ditulis oleh : Prof. Dr. Ida Bagus Raka Suardana, S.E., M.M.*
Para pembaca pasti sering kali mendengar istilah ‘Pertumbuhan Ekonomi’ di berbagai media, misalnya, Presiden Prabowo mentargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia 8%, atau Provinsi Bali tumbuh ekonominya 5,6%. Pertanyaannya: Apa sich maknanya? Bagi mereka yang tidak pernah mempelajari ilmu ekonomi, mungkin akan agak kesulitan memahami makna dari istilah pertumbuhan ekonomi tersebut.
- Begini penjelasannya. Pertumbuhan ekonomi sebenarnya merupakan konsep sentral dlm ilmu ekonomi yg mencerminkan peningkatan kapasitas suatu perekonomian dlm menghasilkan barang dan jasa secara berkelanjutan dari waktu ke waktu. Dalam konteks makroekonomi modern, pertumbuhan ekonomi tidak hanya dipahami sebagai kenaikan output agregat (total produksi barang dan jasa), tetapi juga sebagai hasil dari transformasi struktural yang mencakup inovasi teknologi, peningkatan produktivitas, efisiensi pasar TK, serta tata kelola pemerintahan yg baik. Acemoglu dan Restrepo (2022) menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan terjadi krn adanya interaksi antara kemajuan teknologi, pendidikan, dan investasi terhadap modal manusia dan fisik. Pertumbuhan ekonomi juga mencerminkan kemampuan suatu negara atau daerah untuk memperluas kesejahteraan masyarakatnya melalui ekspansi aktivitas ekonomi yang produktif dan inklusif.
Secara umum, pertumbuhan ekonomi diartikan sebagai kenaikan nilai output riil barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara atau wilayah dlm periode tertentu. Untuk tingkat nasional, indikator utama yang digunakan adalah Produk Domestik Bruto (PDB), sementara untuk tingkat daerah digunakan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Pengukuran dilakukan atas dasar harga konstan agar menghilangkan efek inflasi dan memberikan gambaran riil atas pertumbuhan. Rumus yang digunakan adalah [(PDB riil tahun berjalan – PDB riil tahun sebelumnya) / PDB riil tahun sebelumnya] × 100%. Dengan pendekatan ini, pertumbuhan ekonomi dapat dihitung secara tahunan maupun triwulanan sesuai kebutuhan analisis. Di tingkat regional, pertumbuhan PDRB digunakan untuk mengidentifikasi kontribusi masing-masing sektor ekonomi dlm suatu wilayah serta sebagai dasar pengambilan kebijakan pembangunan daerah.
Lalu bagaimana keterkaitannya dengan indikator ekonomi lainnya? Pertumbuhan ekonomi memiliki keterkaitan yang erat dengan berbagai indikator ekonomi lainnya seperti kesejahteraan, kemiskinan, ketimpangan, ketenagakerjaan, serta stabilitas makroekonomi. Dalam kaitannya dengan kesejahteraan, pertumbuhan ekonomi diharapkan mampu meningkatkan pendaptan per kapita, daya beli masyarakat, akses terhadap layanan publik, serta taraf hidup masyarakat secara keseluruhan. Namun, Stiglitz, Fitoussi, dan Durand (2023) menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak dapat dijadikan satu-satunya tolok ukur kemajuan apabila tidak disertai dengan pemerataan dan keberlanjutan. Pertumbuhan yang terlalu terfokus pada sektor-sektor tertentu dapat menciptakan ketimpangan antarwilayah dan kelompok sosial. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa pertumbuhan terjadi secara inklusif, mencakup seluruh lapisan masyarakat dan wilayah.
Dampak pertumbuhan ekonomi terhadap pengurangan kemiskinan sangat signifikan apabila disertai dengan penciptaan kesempatan kerja yang memadai dan peningkatan pendaptan bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Pertumbuhan ekonomi yang berpihak pada sektor padat karya, seperti pertanian, industri manufaktur, dan UMKM, memiliki potensi besar untuk menurunkan angka kemiskinan dan mendorong mobilitas sosial. Namun, apabila pertumbuhan lebih banyak terjadi pada sektor padat modal dan berteknologi tinggi tanpa redistribusi hasil yg memadai, maka kesenjangan sosial justru dapat meningkat. Hal ini sering terjadi di wilayah perkotaan besar, di mana pertumbuhan tinggi tidak sejalan dengan penurunan kemiskinan di wilayah pinggiran dan pedesaan.
Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi juga sangat memengaruhi kondisi ketenagakerjaan. Teori pertumbuhan endogen menekankan pentingnya akumulasi modal manusia dan inovasi dalam menciptakan peluang kerja yang berkualitas. Ketika ekonomi tumbuh, permintaan terhadap tenaga kerja meningkat, pengangguran menurun, dan produktivitas meningkat. Namun, tantangan muncul seiring dengan disrupsi teknologi, otomatisasi, dan perubahan pola konsumsi yang dapat mengurangi kebutuhan terhadap tenaga kerja di sektor-sektor tradisional. Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan sistem pendidikan dan pelatihan yang responsif terhadap perubahan kebutuhan pasar kerja agar pertumbuhan ekonomi dpt berjalan seiring dengan peningkatan kualitas dan kuantitas pekerjaan.
Stabilitas fiskal dan moneter juga merupakan komponen penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang sehat. Ketika perekonomian tumbuh, penerimaan pajak meningkat, sehingga pemerintah memiliki ruang lebih luas untuk membiayai program pembangunan dan perlindungan sosial. Di sisi moneter, inflasi yang terkendali dan nilai tukar yang stabil menciptakan iklim investasi yang kondusif dan memperkuat kepercayaan pasar. Dlm konteks regional, pertumbuhan ekonomi yang tidak merata dapat menciptakan ketimpangan pembangunan antarwilayah, mendorong urbanisasi yang tidak terkendali, dan menimbulkan tekanan terhadap infrastruktur serta pelayanan publik di daerah-daerah dengan pertumbuhan tinggi.
Nah kesimpulannya, pertumbuhan ekonomi memiliki makna yang luas dan multidimensional. Ia tidak sekadar berarti peningkatan angka PDB atau PDRB, tetapi juga mencerminkan dinamika transformasi sosial-ekonomi yang memengaruhi kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Pertumbuhan yang ideal adalah pertumbuhan yang berkelanjutan, inklusif, dan merata antar wilayah serta antar kelompok masyarakat. Dalam perencanaan pembangunan nasional dan daerah, penting untuk tidak hanya mengejar pertumbuhan tinggi, tetapi juga memastikan bahwa pertumbuhan tersebut memberi manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat, mengurangi kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat fondasi ekonomi yg tangguh di masa depan. (***)
*Prof. Dr. Ida Bagus Raka Suardana, SE.,MM.
Dekan FEB Undiknas Denpasar & Dewan Pembina Barisan Pencinta Pancasila (SANTALA).
What's your reaction?
Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0



